Situs arkeologis dan ekonomi kerakyatan

Diposting Oleh : Kurniawan Sabtu, 22 Desember 2012 – WIB | Dibaca: 77 pembaca
Bantu Bagikan Berita ini Melalui : 

BOGORnews ::: Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturachman (Karfat) mengatakan, keberadaan benda peninggalan prasejaran (arkeologi) di wilayag Kabupaten Bogor, Jawa Barat dapat mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan.


“Peninggalan arkeologi ini bisa menjadi potensi ekonomi lokal. Bila dikelola dan dilestarikan dengan baik akan mendorong peningkatan ekonomi kerakyatan,” kata Karyawan di Bogor, Jumat.

Menurut Karyawan, kemiskinan di Indonesia tidak cukup diatasi dengan bantuan langsung tunai. Kemiskinan bisa diatasi dengan membuat sumber-sumber ekonomi baru salah satunya adalah dengan menggali potensi daerah menjadi wisata budaya.

“Melalui pengembangan dan pengelolaan situs cagar budaya, dari sini sesungguhnya akan muncul ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Karyawan mengatakan, keberadaan benda peninggalan purbakala di wilayah Kabupaten Bogor merupakan bukti catatan sejaran bahwa Bogor bagian dari sejarah dunia.

Ia menyebutkan, di Bogor terdapat Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang memiliki luas 114.000 hektar dan menyimpan banyak situs.

Situs tersebut diantaranya Situs Cibalay yang saat ini sedang dalam penelitian badan arkeolog.

“Keberadaan situs bersejarah di Kabupaten Bogor harus mendapat perlindungan. Situs ini membuktikan Bogor milik dunia dan milik bangsa Indonesia,” katanya.

Menurut Wabup, keberadaan situs menjadi pembuktian bahwa Indonesia bagian dari sejarah peradapan dunia. Melalui penemuan-penemuan situs tersebut juga membuktikan bahwa suku tertua di dunia bukan suku Maya melainkan Bogor sebagai pusat peradapan dunia.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, keberadaan situs bersejarah juga terdapat di Gunung Kapur, Ciampea yang ditemukan fosil-fosil hewan laut.

“Karena arkeologi menyangkut kepentingan orang banyak di masa depan maka pemerintah daerah harus menuangkan perhatian dengan mengeluarkan kebijakan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Arkeologi Bandung, Desril Rivashanti, mengatakan, keberadaan benda cagar di Kabupaten Bogor perlu mendapat perhatian untuk dilestarikan dan dipelihara dengan baik.

“Potensi arkeologi di Kabupaten Bogor cukup banyak dan tersebar di sejumlah wilayah, ini perlu mendapat perhatian untuk dilestarikan,” katanya.

Menurut Desril, Badan Arkeologi Badung telah meneliti benda cagar budaya yang ada di wilayah Kabupaten Bogor sejak 2010.

Peninggalan arkeologi, ujarnya, merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki fungsi untuk mempelajari sejarah peradapan manusia.

“Oleh karena itu, peninggalan arkeologi perlu dilestarikan dan sebarluaskan agar masyarakat mengetahui peninggalan sejaran,” katanya.

Desril menyebutkan, saat ini Badan Arkeologi Provinsi Jawa Barat mengunjungi situs yang terdapat di Kecamatan Cibungbulang untuk memastikan peninggalan arkeologi disana. (ant)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s